Serakah yang Dibolehkan

SERAKAH YANG DIBOLEHKAN

Alhamdulillah wa syukrulillah.. segala puji hanya milik Alloh Ta’ala, Bersyukur atas segala nikmat, atas segala kebaikan, iman, beragam kabar baik dan kesempatan. Alhamdulillah ya Alloh..
Sholawat mari kita selalu sampaikan kepada Rasulullah Sholalllahu’alaihi wassalam, kepada para keluarga dan sahabatnya. Dan semoga kita mendapatkan syafa’at beliau di yaumil qiyamah. Aamiin.

Bismillahirrahmanirahiim..
Izin memulai Kajian Kamis hari ini.


Serakah itu adalah sifat yang buruk. Bahkan karena keserakahan, banyak orang yang akhirnya terjerumus ke dalam banyak kejahatan lain seperti menipu, korupsi, berlaku curang, tidak peduli halal haram dan lain sebagainya.

Al Imam Al Ghozali bahkan menasihatkan, salah satu hal wajib yang harus dilakukan sedari dini dalam proses pendidikan anak adalah melarang mereka serakah dalam urusan makanan.

Karena menurut Al Ghozali, serakah dalam makanan adalah kejahatan pertama yang dilakukan oleh anak. Yang jika kita tidak mampu melarangnya maka ini akan berdampak buruk pada perkembangannya.

Sebegitu bahayanya serakah, sifat ini bisa membiasakan manusia. Sebagaimana Rasulullah Sholalllahu’alaihi wassalam pernah mengatakan..
“Seandainya anak cucu Adam (manusia) mendapatkan dua lembah yang berisi emas, niscaya ia masih menginginkan lembah emas yang ketiga. Tidak akan pernah penuh perut anak Adam kecuali ditutup dalam tanah (mati). Dan Alloh akan mengampuni orang yang bertaubat.” (HR Ahmad).

Serakah terhadap harta dan urusan duniawi akan berujung pada kebinasaan.

Namun ada beberapa keserakahan yang boleh dilakukan dan itu baik.

Guru saya pernah menasihatkan, jika memang harus serakah, maka serakahlah dalam 5 hal ini.

  1. Serakah dalam membaca Al Qur’an.

Bacaan Qur’an adalah rezeki yang sebenarnya teramat besar jika kita mau memahaminya. Sayangnya, kita mungkin tidak mengetahui betapa membaca Qur’an adalah hadiah yang luar biasa yang disiapkan Alloh bagi setiap muslim.

Sebagaimana firman Alloh subhanahu wa ta’ala..
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Alloh (Alquran) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi, agar Alloh menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Alloh Maha Pengampun, Maha Syukur.” (QS Fathir: 29-30)

Bagi mereka yang membaca Qur’an.. maka pahalanya adalah perdagangan yang tiada pernah merugi.

Uqbah bin Amir Radhiallahu’anhu berkata: 
“Rasulullah Sholalllahu’alaihi wassalam keluar dan kami berada di Shuffah saat itu, lalu beliau bersabda: ‘Siapa di antara kalian yang suka setiap hari pergi ke lembah Buth-han atau lembah Aqiq kemudian pulang membawa dua unta yang gemuk tanpa berbuat dosa dan tanpa memutuskan hubungan silaturahim?’ 

Kami menjawab: ‘Wahai Rasulullah, kami menginginkan hal tersebut’.

Beliau bersabda: ‘Tidakkah salah satu di antara kalian pergi ke masjid kemudian mempelajari atau membaca dua ayat dari Kitabullah sebab hal itu lebih baik baginya daripada mendapatkan dua unta, tiga ayat lebih baik daripada tiga unta, empat ayat lebih baik daripada empat unta, dan dari sekian jumlah ayat maka itu lebih baik daripada sekian jumlah unta.” (HR Muslim dan Ibnu Hibban).

Rasulullah menjelaskan kepada kita, bahwa sebenarnya membaca Qur’an, itu sejatinya lebih baik daripada mendapatkan Unta Gemuk (harta yang banyak).

Namun lagi-lagi.. bisa jadi sebab kita belum percaya betul terhadap hal ini. Sehingga janji Rasulullah Sholalllahu’alaihi wassalam pun kita anggap sekedar kabar belaka.

Dan akhirnya hari ini kita banyak mengalami kerugian, bisa jadi sebab sudah jauh dari Qur’an.

  1. Serakah dalam meminta doa dari orang-orang sholeh.

Meminta doa dari para sholeh juga adalah wasilah rezeki yang boleh diupayakan. Hal ini lazim terjadi dilakukan dari semasa Rasululloh Sholallahu’alaihi wassalam, diikuti oleh para sahabat dan salafus sholih setelahnya.

Tradisi saling meminta doa, sudah sangat lazim dilakukan di kalangan orang-orang sholeh terdahulu.

Bahkan Rasululloh Sholallahu’alaihi wassalam pernah menyuruh 2 orang sahabatnya yaitu Umar Bin Khattab Radhiallahu’anhu dan Ali bin Abi Thalib Karamallahu wajhah, untuk mencari seseorang bernama Uwais Al Qorni dan meminta doa darinya untuk mereka. (Silahkan baca lebih lengkap di kisah Uwais Al Qorni)

Dalam kesempatan lain, diriwayatkan juga bahwa Abu Bakar Radhiallahu’anhu dan Umar Bin Khattab Radhiallahu’anhu juga saling meminta doa dan mendoakan.

Maka, jika kita bertemu dengan orang sholeh mintalah doa dari beliau. Jangan malah minta foto aja.. hehehe..

Karena doa-doa mereka (para sholeh), mungkin bisa jadi sebab bagi datangnya keberkahan hidup yang tengah kita nantikan.

  1. Serakah mencari ilmu

Ilmu adalah sumber rezeki yang besar. Rasulullah Sholalllahu’alaihi wassalam setiap pagi setelah sholat subuh, tidak pernah melewatkan doa ini.

Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon thoyyibaa wa ‘amalan mutaqobbalaa

“Ya Allah, aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyyib dan amalan yang diterima” (HR. Ibnu Majah no. 925, shahih)

Kalau dilihat susunannya, ilmu diminta pertama kali sebelum rizki. Sebab, dengan masuknya ilmu ke dalam diri, itu adalah wasilah bagi datangnya rezeki.

Semakin banyak ilmu, semakin mudah mencari peluang.

Selain itu Alloh menjamin Rezeki para penuntut ilmu. Dari Zaid bin Haritsah Radhiallahu’anhu, Rasulullah Sholalllahu’alaihi wassalam bersabda.. “Barangsiapa yang mencari ilmu, maka Alloh Ta’ala akan menjamin dengan rezeki-Nya”.

  1. Serakah terhadap nasihat ulama

Nasihat adalah bekal menjalani hidup dunia. Siapa yang paling banyak memungutnya, maka selamat pula perjalanannya. Begitu kata guru saya..

Maka, jika kita ingin mudah dalam hidup. Banyak-banyaklah mengambil nasihat dari para alim.

Ibarat atlet yang butuh pelatih. Kita pun butuh nasihat para ulama di tengah hidup dunia yang serba semakin membingungkan.

Yang salah nampak benar. Yang benar nampak salah. Dan hanya para alim yang akhirnya bisa membuat semuanya menjadi jelas.

  1. Serakah dalam sedekah

Siapa yang tak tahu pahala sedekah.

  • membuka pintu rezeki
  • menolak bala
  • menyembuhkan penyakit
  • mengangkat kesulitan
  • memanjangkan umur (berkah dalam usia)

Maka semakin banyak kita bersedekah. Saat itulah kita tengah menyiapkan jalan hidup yang mudah. Nah..Itulah 5 hal yang patut kita serakah jika memang harus serakah.

Serakah dalam harta membawa binasa, namun serakah dalam 5 hal di atas justru membawa kemudahan dalam hidup dan mengundang keberkahan Insyaallah..

Semoga kita semua tetap bisa saling memberi nasihat dan pengingat.

Salam,
Andre Raditya
Founder Nasi Jumat Indonesia