TUJUAN HIDUP KITA ITU HANYA 2

Penulis Asli : Andre Raditya

Alhamdulillah.. puji syukur hanya milik Alloh Rabbul ‘alamin, atas segala apa yang diciptakanNya dan atas segala sesuatu yang berada di bawah kekuasaanNya.
Sholawat serta salam kita sampaikan kepada baginda Rasulullah Sholalllahu’alaihi wassalam.. kepada para keluarga dan sahabatnya yang mulia. Dan semoga kita kelak mendapatkan syafa’at beliau di yaumul qiyamah.

Bismillahirrahmanirahiim..
Tulisan kali ini, saya dedikasikan untuk kawan-kawan yang tengah mengalami kebingungan. Tentang apa sih sebenarnya tujuan hidup.
Kok kayaknya hidup gini-gini aja..
Banyak problem, masalah, sering sempit pikiran, hati rasanya gelisah terus..
Sedih sering berkunjung.

Kalau itu yang sering antum rasakan.. baca ini sejenak.

Sebelum itu.. izinkan saya mengingatkan. Bahwa selama bulan Muharrom ini, SiJum sedang menggerakkan satu program lain khusus untuk Berbagi hadiah kepada 1000 Anak Yatim. Alhamdulillah jika antum bisa terlibat..

Lengkapnya.. bisa cek di link berikut:
https://ayobuatbaik.com/galangdana/sejuta-kado-cinta-untuk-yatim-bersama-sijum

Mari kita lanjutkan kajian kamisnya.

Kawan-kawan yang dirahmati Alloh, pertama.. kita perlu melihat dulu tujuan besar kita diciptakan. Tentu antum sekalian sudah tahu bahwa tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Alloh.

“Tidak Aku (Alloh) ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az Zariyat: 56)

Dan lewat ayat itu..
Saya menjabarkannya secara aplikatif kepada 2 hal ini.

Bahwa Sejatinya..
Setiap hari kita bangun hanya untuk 2 hal.

  1. Menyaksikan kebesaran Alloh.
  2. Dan menunjukkan kepada orang lain tentang kebesaran Alloh.

Bahwa hidup kita itu dipakai sebagai persaksian. Dan itulah sejatinya hidup kita.

Karena sebenarnya, dulu kita pernah bersaksi,
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (QS. Al-A’raf: 172)

Dan setiap saat, harusnya itulah yang kita ingat dan lakukan.
Sampai Alloh berulang bertanya untuk mengingatkan.. diantaranya.

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan? Dan langit bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?” (QS. Al Ghaasyiah: 17-20)

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka kepingan-kepingan dari langit. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya).” (QS. Saba’ : 9)

Dan Rasulullah Sholalllahu’alaihi wassalam pun bersabda serupa..
“Berpikirlah kamu akan ciptaan-ciptaan Alloh, dan jangan kamu berpikir tentang Dzat Alloh.” (HR. Ath-Thabrani)

Kita itu diminta menyaksikan kebesaran Alloh. Maka seharusnya tugas kita adalah memakai semua pikiran dan sumber daya untuk itu. Inilah syahadat. Bersaksi untuk menyaksikan.

Maka..
Sholatmu.. itu untuk mengakui kebesaran Alloh.
Syukurmu, istighfarmu, dzikirmu..
Saat kamu mendengar, melihat, makan, tidur, berkeringat, bergerak.. itu semua sejatinya adalah untuk melihat kebesaran Alloh.

Bahwa itu semua bisa terjadi karena Alloh yang menciptakan dan membuatmu bisa demikian. Semua adalah karunia besar yang tidak mungkin kita dapatkan dengan menciptakannya sendiri.

Saat antum memilih pasangan.. itupun harus dimaknai menyaksikan kebesaran Alloh.

“Masyaallah.. kok ada perempuan cantik dan baik begini ditakdirkan jadi istri saya..”
“Masyaallah.. kok ada laki-laki baik dan sholeh begini dijodohkan untuk saya..”

Ngeliat anak juga gitu..
“Masyaallah.. ini anak pinter karunia Alloh. Aku bersaksi Engkau memang hebat ya Alloh..”

Ngeliat ayam goreng, Sayur yang mau dimakan. Nasi, air minum. Atau apapun itu. Lihat bahwa itu kebesaran Alloh.

Melihat bintang, bulan, matahari..
Kalau pas piknik lihat gunung, bukit, pantai, sungai dan beragam keindahan alam. Jangan hanya sekedar nenangin pikiran dan nyenengin badan.

Tapi dipikir betul.. bahwa itu semua nggak mungkin ciptaan makhluk. Atau malah cuma sekedar kebetulan.

“Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasangan. Alloh menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Alloh) bagi orang-orang yang berpikir.” (QS Ar Ra’d: 3).

Setelah menyaksikan kebesaran Alloh. Tugas kedua adalah menunjukkan kepada orang lain tentang kebesaran Alloh yang kita saksikan.

Maka saat kamu berbuat baik.. itu sejatinya untuk menunjukkan kebesaran Alloh kepada orang lain.

Ibarat nonton Film kok bagus.. pasti kita pingin cerita ke teman. Merekomendasikan, ini lho, film buaguss bingit.

Perhatikan..!!
Sehingga salah kaprah kalau saat kita berbuat baik kok untuk supaya kita disangka kita ini orang baik hati, terus dapat pujian..

Bukan kawan. Itu agar orang lain kemudian bersyukur, bahwa ada makhluk Alloh yang lain yang dikirimkan baginya untuk menolong dan meringankan kesulitannya.

Termasuk ketika kamu jujur dalam berdagang, amanah dalam bekerja, baik sama istri, suami, anak, bakti ke orang tua serta baik ke tetangga. Itu sejatinya adalah untuk menunjukkan kebesaran Alloh azza wa jala kepada orang lain.

Karena Alloh telah menciptakan kamu dengan semua kebaikan dalam dirimu.

“Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?” (QS. Ar Rum: 8)

Lalu kita berbuat baik sebagai bentuk syukur dan menunjukkan kepada orang bahwa,
“Semua yang saya lakukan ini, karena Alloh lho..”

Bahkan saat melihat diri sendiri pun.. itu untuk menyaksikan kebesaran Alloh..
Maka coba perhatikan doa saat bercermin.

“Alhamdulillaah, Allahumma kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii”
(Segala puji bagi Alloh, Ya Alloh, sebagaimana Engkau telah memperindah rupaku maka perindahlah pula akhlakku)

Lihat pola doanya..
Pertama, Menyaksikan kebesaran Alloh atas penciptaan. Kedua, minta agar dibaguskan akhlak karena ini berfungsi untuk menunjukkan kepada orang lain tentang kebaikan ajaran Islam.

Dan untuk menunjukkan bahwa kita bisa sebaik ini karena Alloh dan RasulNya memerintahkan lewat agama Islam beragam kebaikan.

Maka saat kita berbuat sesuatu.. itu sejatinya untuk menunjukkan tentang kekuasaan Alloh dan keindahan agama yang diridhoi-Nya.

Tampakkan kebaikan dalam diri yang Alloh sudah berikan.
Yang punya harta, bagikan hartanya.
Punya ilmu, sebarkan ilmunya.

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).” (QS. Ad-Duha: 11)

Akhirnya hidup kita itu ya hanya berisi 2 hal itu saja. Maka maknai setiap kegiatan ya hanya untuk dua hal di atas.

Sehingga tidak ada lagi..
Aku, Saya, Gue..
Karena kita itu hanyalah Nothing di alam ini. Semua alam ini hanya boleh bicara tentang Alloh saja.. karena Alloh itu Penting dan Everything.

Kalau sudah demikian..
Tak lagi gila pujian, tak pontang penting dikendalikan kebutuhan, nggak diperbudak pekerjaan, nggak bucin berlebihan..
Sebab semuanya hanya untuk menyaksikan kebesaran Alloh, dan untuk menunjukkan kebesaran Alloh.

Dan mohon maaf.. jika saya harus sampaikan ini. Mungkin sedikit tajam bahasanya. Tapi harus..

Orang yang mulai menemukan banyak masalah dalam hidup, hidup mulai kacau, berantakan dan selalu dirundung kelelahan batin hingga akhirnya marah, sedih dan penuh kecewa. Itu bisa jadi karena semesta hidup kita tidak lagi berpusat kepada Alloh, tapi berpusat kepada diri.

Kita tak lagi sibuk memusatkan perhatian ke Alloh. Tapi lebih sibuk membuat diri sebagai pusat dari hidup.

Mikirin diri sendiri terlalu sering. Tapi hak Alloh diabaikan. Lebih seneng mikir diri supaya gimana dikenal, kaya, sukses dan sebagainya. Tapi lupa memikirkan gimana agar saya bisa meninggikan Alloh dalam hidup dan menunjukkan kebesaranNya kepada sekalian alam.

Jadikan Alloh sebagai pusat hidupmu. Maka hidupmu akan lebih ringan.
Dan jika dirimu yang kau jadikan pusat, maka tunggulah datangnya kekacauan dan kerusakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *